Bunga Rampai Pandangan Hidup | Motivasi | Tips | Refleksi Harian
CoPeTe CeLaAn HuHa {2}
Ass. Wr. Wb dan Salam Sejahtera
Apakabar kawan? Tentu sehat, bukan? Sehingga bisa kunjung ke UdinHamd.com ini.
Bagi anda yang belum membaca CoPeTe CeLaAn HuHa {1}, saya sarankan baca terlebih dahulu sehingga pada artikel kali ini anda bisa lebih faham keseluruhannya dengan yang dimaksud sesuai judul di atas.
5. La {Larangan}
Bila empat jurus sebelumnya juga belum mampu mengubah situasi yang kita harapkan maka jurus kelimanya adalah larangan. Kita boleh melarang anak untuk tidak melakukan hal yang tidak baik tentu alasan melarang yang kita lakukan dapat dipahami bersama. Dilarang menonton TV di saat waktu-waktu orang melakukan shalat atau belajar. Dilarang tidur terlalu malam yang dapat menyulitkan bangun tidur keesokan harinya, atau
larangan yang lain. Pemahaman terhadap apa dan mengapa sesuatu dilarang sebaiknya dilakukan atas kesepakatan bersama antara orangtua dan anak.
6. An {Ancaman}
Bila sampai tahap larangan pun anak kita masih melanggarnya, maka jurus ancaman sudah saatnya dilakukan. Yang perlu diingat jangan sampai ada niat jahat yang muncul saat memberi ancaman. Yang ada adalah upaya lebih kuat untuk memperbaiki perilaku anak, pelanggaran atas larangan pasti ada konsekuensinya. Contoh bentuk ancaman yang bisa kita lakukan misalnya Ingat, bila bangun kesiangan akan ditinggal, kalau tidak shalat, nggak ada uang saku, dsb.
7. Hu {Hukuman}
Makna hukuman bukanlah sesuatu yang menakutkan atau menyeramkan. Hukuman yang baik adalah agar anak paham sesuatu harus terjadi atau konsekuensi dari sebuah pelanggaran yang terjadi. Dan itu semua adalah sesuatu yang telah disepakati. Misal ketika si anak saat shalat jamaah berbuat gaduh mungkin hukumannya mengulang shalatnya, tidak shalat subuh tidak ada uang saku, memetik bunga kesayangan, hukumannya menyiram dan merawat tanaman tersebut.
Jangan pernah berpikir memberi hukuman dengan hukuman fisik yang berat atau hukuman yang melukai hati dan perasaan anak yang mendalam. Ingatlah Rasulullah saw. Pernah menegur seorang ibu yang telah merenggut anaknya dari tangan Rasulullah dengan kasar hanya karena si anak kencing di jubah beliau. “Wahai Ibu, jubah kotor karena noda kencing anak ini bisa hilang bila dicuci, tapi bisakah kita menghilangkan luka hati anak yang telah diperlakukan dengan kasar?”
8. Ha {Hati}
Jurus pamungkas dari semua tips mendidik anak adalah hati. Bila semua jurus diatas {1 – 7} sudah mentok, maka gunakan hati. Jenguklah anak ketika dia sudah tidur. Betulkan selimutnya, usaplah tangan, kaki atau punggungnya. Kecuplah keningnya sambil bergumam lirih, “Ayah/Ibu sangat menyayangimu, jadilah anak yang baik.” Atau di saat selesai shalat, bayangkan wajahnya satu per satu doakan, “Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak-anak yang shalih. Ya Allah, jadikanlah pasangan hidup dan anak-anak keturunan kami sebagai penyejuk mata dan hati kami kelak. Jadikanlah mereka sebagai pemimpin bagi orang yang bertaqwa. Wahai yang membolak-balikkan hati manusia, bukalah pikiran, bukalah mata hatinya, satukan hati kami, ya Allah.”
{Sumber: majalah donatur YDSF edisi 258/sept 2009/hal 26}
Semoga apa yang tertera pada artikel di atas bisa bermanfaat untuk menjadi pedoman bagi para orangtua dalam mendidik anak-anaknya dengan lebih baik. Dan bagi kalangan remaja yang masih betah sendirian semoga bisa jadi bekal agar apabila sudah tidak pingin sendiri dan menikah terus mempunyai momongan bisa diterapkan.
Terimakasih
Tetap Semangat
Sukses Selalu
Wassalam
Udin Hamd
Share on FacebookRandom Posts
| Print article | This entry was posted by Udin Hamd on 23/01/2010 at 07:12, and is filed under Tips mendidik anak. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |






about 2 years ago
pertamaxxx ahh
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
January 23rd, 2010 at 07:41
@Arief Rizky Ramadhan, masih ada yang ketiga g mas ?? sepertinya saya perlu banyak belajar dari artikel mas udin ini… terima kasih yaa
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 24th, 2010 at 19:23
@Arief Rizky Ramadhan,
ketiga tidak ada mas.
Tpi tenang ae.
Msih ada stock tips mendidik anak yg lain tpi blum waktue publish.
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
January 25th, 2010 at 22:00
@Udin Hamd, hehehehe padahal saya ini anak-anak tapi koq malah mendidik anak-anak wkwkwkwkwk
[Reply]
suarakelana Reply:
January 26th, 2010 at 01:36
@Arief Rizky Ramadhan, pas punya anak udah keburu lupa ya… lam kenal rief
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
January 27th, 2010 at 21:55
@suarakelana, wkwkwkwk semoga engga… soalnya saya udah catat di buku catatan hidup wkwkwkwk
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 24th, 2010 at 19:02
@Arief Rizky Ramadhan,
Silakan mas
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
January 26th, 2010 at 21:07
@Arief Rizky Ramadhan, ke seratus ahh…
hahaha…
[Reply]
about 2 years ago
tak pikir harena kebanyakan makan sambal mas… ada HUHA nya juga….
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 24th, 2010 at 19:31
@T. Wahyudi,
he. . .3x.
Sambal dimakan ?
Habis makan cabe mas pueddes. . .hu…ha…hu…ha…
Mas tri bisa ajja.
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
January 26th, 2010 at 21:08
@Udin Hamd, pesan rujak cingur satu mas…
hehehe…
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 27th, 2010 at 21:51
@Agus Siswoyo,
weleh2 wong jombang yo seneng rujak to. . . .
[Reply]
about 2 years ago
saya coba tambahin poin yang nomor 7 (hukuman) mas…
sesuatu yang buruk itu harus dikuti dengan sesautu yang baik, artinya setelah melakukan perbuatan buruk, tutuplah dengan perbuatan baik. Misal : kalau ga sholat, uang jajannya harus dikhlaskan untuk disedekahkan. atau misalnya ngelawan orang tua, harus membersihkan kamar, dsb.
jadi tidak hanya sampai memberi hukuman tapi harus ada perbuatan baik yang harus dilakukan setelahnya.
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
[Reply]
Khalid Abdullah Reply:
January 24th, 2010 at 08:43
@online-business-story.com, ganteng !
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 24th, 2010 at 19:34
@online-business-story.com,
okey, trims tambahannya mas.
[Reply]
about 2 years ago
dalam hal hukuman, saya pernah baca tentang bagaimana mahatma gandhi atau anaknya mahatma gandhi gitu,,,, yang menghukum anaknya dengan cara menghukum dirinya sendiri…dan ternyata itu lebih ampuh darpada memberi hukuman terhadap anak itu sendiri..
maksudnya gini….
sang anak berbohong, dengan mengatakan bannya bocor di jalan, sehingga mengatakan akan pulang malam, padahal anaknya tsb pergi nonton dengan kekasihnya,..terus entah bagaimana, akhirnya ayah dan anak tsb bertemu di tempat yang sama, sehingga ketahuanlah kalau sang anak berbohong… dan sang mahatma gandhi tsb, mengatakan….
” ayo pulang nak ”
tapi bukan dengan sang ayah naik mobil bersama anak itu…, melainkan….
” silakahkan engkau naik mobil saja untuk pulang.. ayah harus menghukum diri ayah, karena pasti ada yang salah dalam mendidikmu, sampai kau berani berbohong kepada diriku “…
dan sang ayahpun berjalan kaki sampai berkilo-kilo menuju rumah….di tengah bebatuan yang sampai melukai kaki ayah tersebut…
dan sang anak hanya bisa berjalan perlahan-lahan dengan mobilnya di belakang sang ayah, dan menyaksikan betapa ayahnya tersebut menahan sakit, akibat kakinya yang berdarah-darah sekaligus rasa kecewa di wajahnya.
KEmudian anak tsb tidak pernah berbohong lagi ! ^_^
[Reply]
online-business-story.com Reply:
January 24th, 2010 at 12:21
@Khalid Abdullah, wah ini mah hukuman tingkat tinggi, hanya orang-orang yang syarat pengalaman yang bisa mencapai tingkat kebijaksanaan setinggi itu……. nice share mas Khalid….
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 24th, 2010 at 19:41
@Khalid Abdullah,
Itu orang-orang pilihan yg melakukan hal semacam itu.
Tapi bisa buat inspirasi bagi para orangtua.
Terimakasih atas tambahan info-nya
[Reply]
Imamz Reply:
January 25th, 2010 at 09:31
@Khalid Abdullah, ganteng!
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
January 27th, 2010 at 21:57
@Khalid Abdullah, hem… berarti itu bikin anaknya kasian melihat ayahnya jadi gila karena menghukum dirinya sendiri.. tapi masa nunggu ayahnya gila baru tobat wkwkwkwk… harus didik nih anak begini.. hehehehe… bca ebook blogger remaja di http://ariefrizky.com
[Reply]
trieand Reply:
January 28th, 2010 at 14:51
@Arief Rizky Ramadhan, baca juga blog setengah remaja setengah dewasa di http://trieand.com ….. wkwkwkwk….
[Reply]
trieand Reply:
January 28th, 2010 at 14:58
@Khalid Abdullah, yakin ceritanya naek mobil mas…. bukan kuda… wkwkwkw…. kayaknya dah jadul banget tuh mahatma gandhi…. hehehe…. pisss ahh…
[Reply]
about 2 years ago
Untuk mencapai tahap seperti itu…luar biasa sekali ya…banyak tantanganya apalagi di jaman seperti sekarang banyak godaan di sekeliling kita. Luar biasa sekali mas!
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 24th, 2010 at 20:12
@Sugiana Hadisuwarto,
Tahapan yang mana ne. . .mas?
Artikel ato apa yg disampaikan mas Khalid ?
[Reply]
about 2 years ago
yang nomor 8 sering saya lakukan mas..mendidik anak itu memang diperlukan kelonggaran hati dan keluasan cara pandang tentang tingkah polah anak kita..harus bijaksanalah biar anak kita jadi anak sholeh / sholihah..
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 25th, 2010 at 12:44
@pasutrisatu,
mantab mas.
Oiya, dot comnya kapan publish?
[Reply]
pasutrisatu Reply:
January 26th, 2010 at 21:44
@Udin Hamd, nih tak kasih linknya http://im-bisnis.com…:sip:
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 27th, 2010 at 16:08
@pasutrisatu,
Terimakasih mas. Segera ke tkp
[Reply]
about 2 years ago
bagaimana jika tidak di hukum? lebih baik di nasehati saja . karena kalau di hukum kondisi akan tertekan dan sang anak akan stress .
Thanks
Imamz
[Reply]
about 2 years ago
Kalau sudah soal anak, makin banyak tips makin baik. Bisa saling melengkapi. Makasih mas, salam kenal.
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 27th, 2010 at 21:53
@suarakelana,
Salam kenal juga mas.
Terimakasih menyempatkan kunjung ke blog sederhana ini.
[Reply]
about 2 years ago
Kreatif banget bikin headlines artikel….
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 27th, 2010 at 21:57
@Agus Siswoyo,
tu dah muncul mas. Saya minta ke p.satpam ditangkap ama {akismet}.
Masuk spam
[Reply]
about 2 years ago
Loh, komentarku kok hilang…
Pakai moderasi ya mas?
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 27th, 2010 at 17:58
@Agus Siswoyo,
Wah , cucok mas pertanyaan anda dgn artikel yg akan terbit mendatang. Di tunggu za ?
[Reply]
about 2 years ago
Salam super -
Salam hangat dari pulau Bali -
wah lanjutan ya ?
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 27th, 2010 at 18:02
@andry sianipar,
Terimakasih mas,jgn bosan2 brkunjung.
Betul mas, kelanjutan artikel sbelumnya.
Sy skali k pulau dewata stelah tragedi bom bali 1. Sempat foto dgn background monumen nama2 korban bom
[Reply]
about 2 years ago
@Imamz,
hukuman fisik bikin anak tertekan n stress. Tpi hukuman yg dimaksud adlh sudah ada ksepakatan berdua tentang akibat dri kesaiahan si anak.
[Reply]
about 2 years ago
yakin gak ada yang ke 3 mas? hehehe…
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 28th, 2010 at 10:34
@IwanKus,
tamat mas.
Akhirnya datang juga.
Kmana ajja mas?
[Reply]
about 2 years ago
mangaaaappp…. belom bisa komen, gue belom punya anak… numpang ngejunk aja…. wkwkwk…
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 28th, 2010 at 21:05
@trieand,
Ok. Trims mbak dah kunjung
[Reply]
about 2 years ago
wadohh… hampir lupa bilang…. dah tak pasang link mas udin…. *kaburuuuurrrrraaa* (hihihi… takut masuk top komentator… serem… disangka ngejunk ntar)
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 28th, 2010 at 21:39
@trieand,
mkasih mbak. Link anda juga sudah sy pasang.
Keburu amat mbak kaburnya? Amat ajja nyantai kalo kabur . .he . .3x
[Reply]
about 2 years ago
hehhehehe
ini toh lanjutannya
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 28th, 2010 at 21:40
@candradot.com,
yupz, bener getu lho . . .
[Reply]
about 2 years ago
bermain-main di arena “larangan dan anjuran” memang sangat menarik mas udin. bagi saya arena itu cukup menggemparkan. ada kalanya kita merasa harus melakukan larangan. adakalanya kita harus memberi anjuran. namun hasrat melakukan itu setidaknya di barengi dengan pemahaman dan karisma bijak yang sepadan.
semoga makin sukses mas udin
[Reply]
Udin Hamd Reply:
January 28th, 2010 at 21:44
@fadly muin,
Terimakasih mas.
Semoga sukses juga kontesnya.
[Reply]