Ass. Wr. Wb dan Salam Sejahtera

Alhamdulillah. Setelah terpublikasikannya Kehangatan di sela santapan yang pertama dan berlanjut pada yang kedua dan menyisahkan sedikit pertanyaan melalui komentar dari teman-teman. Maka pada postingan seri terakhir ini semoga bisa menjawab atau sedikit mengingatlkan apa yang mungkin selama ini terlupakan oleh kita.
Tentang adab makan dan minum yang sesuai tuntunan Rasulullah.

Jangan sampai kekenyangan.
Makan di saat lapar, atau saat menghadapi hidangan yang disukai atau membuat berselera, kadang membuat anak-anak lupa diri. Mereka makan hingga kekenyangan. Karena itu, perlulah kita ingatkan mereka agar tidak makan hingga kekenyangan. Rasulullah SAW pernah bersabda:
Tidaklah anak Adam memenuhi bejana yang lebih jelek daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suapan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika itu tidak mungkin dia lakukan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya (udara).” (HR. At-Tirmidzi)

Menjilati jari-jemari setelah makan.
Entah makan nasi, kue, atau makanan lainnya, seringkali anak-anak merasa risih dengan sisa makanan yang menempel di jari-jemarinya. Kadang mereka segera mencuci tangan setelah selesai makan. Ada pula yang mengelapnya dengan serbet atau tisu, atau kadang anak yang lebih kecil cenderung mengibas-ngibaskan tangan atau mengusapnya di bajunya.

Untuk itu, kita perlu membimbing mereka sehingga mendapatkan yang lebih baik daripada itu semua. Kita sampaikan bimbingan Rasulullah SAW yang dinukilkan oleh Abdullah bin ‘Abbas RA. Beliau SAW bersabda:
Bila salah seorang di antara kalian makan, janganlah segera mengusap jari-jemarinya sampai dia jilat atau dia berikan kepada orang lain untuk dijilat.” (HR. Al-Bukhari Muslim).

Jangan minum sekali teguk.
Sesuatu yang lazim dilakukan anak-anak setelah makan adalah minum. Kadangkala didorong oleh rasa haus dan yang lainnya, anak-anak meneguk air di gelas tanpa henti hingga berakhir terengah-engah. Atau kalaupun bernapas, mereka enggan melepaskan mulut gelas dari mulutnya, sehingga napasnya terembus di dalam gelas.

Karena itu, tak sepantasnya hal-hal seperti ini luput dari perhatian kita. Kita ajari mereka contoh dari Rasulullah SAW, sebagaimana yang disampaikan oleh Anas bin Malik RA :
Rasulullah SAW biasa bernafas ketika minum sebanyak tiga kali, dan beliau mengatakan, ‘Sesungguhnya yang demikian itu lebih memuaskan, lebih menghilangkan dahaga, dan lebih mudah ditelan.’ Anas pun mengatakan, ‘Maka aku pun bernapas tiga kali ketika minum‘.” (HR. Muslim).

Tentu saja bernapas ini di luar gelas, karena Beliau sendiri melarang untuk bernapas atau meniup di dalam gelas.

Bersyukur dan memuji Allah SWT ketika selesai makan.
Usai bersantap, jangan lupa kita ingatkan anak-anak untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya berupa makanan yang telah dinikmati. Ajarkan anak-anak untuk mengucapkan hamdalah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Abu Umamah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW jika telah diangkat hidangan, Beliau mengucapkan:
Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik , dan berkah kepada-Nya. Dia tidak membutuhkan pemberian makanan dari makhluk-Nya (Karena Dia yang memberikan makanan), tidak ditinggalkan dan tidak ada satu makhluk pun yang merasa tidak membutuhkan-Nya, wahai Rabb kami.” (HR. Al-Bukhari)

Masih banyak yang tersisa berkaitan dengan adab-adab makan yang perlu kita ajarkan. Namun setidaknya, ini merupakan pengingat bagi kita, orangtua, ketika menyaksikan hal-hal yang seringkali kita jumpai saat anak-anak kita bersantab, agar tidak berdiam diri.

Yang lebih utama dan menjadi bagian penting dalam pengajaran adab terhadap anak-anak adalah contoh dan teladan dari diri kita, orangtua mereka. Pada diri kita mereka bercermin, mengamati nilai benar atau salah dalam setiap perilaku kita.
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

Terimakasih
Tetap Semangat
Sukses Selalu
Wassalam

Udin Hamd | Blogger 2 Inchi

Share on Facebook

Related Post