Memberi Tanpa Pertimbangan
ByAssalamu’alaikum dan Salam Sejahtera
Kawan blogger yang berbahagia. Cobalah untuk mengawali suatu hari Anda dengan niat untuk memberi.
Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata Anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana sini, hanya untuk satu tujuan: Diberikan.
Apakah Anda sedang berada di bus kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga.
Atau, Anda sedang berada dalam mobil ber-AC yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta.
Tak peduli bagaimana pendapat Anda tentang kemalasan, kemiskinan, dan lain sebagainya.Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping kepada mereka.
Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri.
Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang Anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.
Selagi nyawa masih di kandung badan, kita gunakan hidup ini selalu bisa membawa manfaat untuk orang lain.
Bukankah kita hidup harus tolong-menolong agar perjalanan hidup ini bisa sinergi?
Kita berikan kemudahan untuk orang lain , insya Allah hidup kita akan di mudahkan juga oleh Allah. Baik secara langsung maupun melalui hamba Allah yang lain datangnya pertolongan tersebut.
Kawan. Sudahkah kita instropeksi diri? Sudahkah kita bermanfaat untuk orang lain?
Di dunia nyata. Kita sebagai penghuni dunia sudahkah kita berbuat baik dan bermanfaat untuk sesama baik itu tetangga, teman, kerabat maupun handai taulan yang lain? Atau malahan sebaliknya?
Di dunia maya. kita sebagai warga blogosphare sudahkah berbuat baik dan bermanfaat untuk teman, pengunjung sekaligus komentator blog kita? Atau juga malahan sebaliknya?
Atau anda adalah penolong yang akan menjadikan pertolongan anda sebagai senjata untuk mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah anda berikan? Tentunya kita semua tidak mengharapkan demikian bukan?
Bagaiman pendapat kawan-kawan tentang hal ini?
Terimakasih
Tetap Semangat
Sukses Selalu
Wassalamu’alaikum
Share on Facebook
artikel ini seperti pemanasan bagi saya menjelang Sholat Jum’at…….
memberi tanpa pertimbangan sama saja membunuh karakter pejuang mas..
orang harus berjuang untuk mendapatkan apa yang dia cita2kan..
kalo orang mau uang, dia harus bekerja.
kalo kita memberi uang tanpa pertimbangan, berarti kita sudah menciptakan generasi pemalas dan mau enaknya sendiri.
hati2 dengan pemberian anda. semua ada konsekwensinya.
Abdul Hakim Reply:
July 9th, 2010 at 16:35
akur mas, kalo gitu mereka akan terlena, dan akan terus seperti itu
Udin Hamd Reply:
July 10th, 2010 at 17:13
@mh:
Pesan keikhlasan yang saya sampaikan disini Gan.
Jangan nanti hanya untuk memberikan sesuatu yg tak berharga bagi kita, tapi sangat berharga untuk penerima, membuat kita menunda-nunda pemberian.
Saya setuju sekali, pemberian memang ada konsekwensinya
Trims atas opini dan kunjungannya Gan
Lutvi Avandi Reply:
July 12th, 2010 at 12:58
Kalau cuma uang receh sih nggak usah pertimbangan gan. Kecuali kita bisa ngasih mereka pekerjaan. Jangan sampai hanya gara2 nggak mau bikin orang malas, kita menjadi orang pelit karena nggak pernah ngasih apa-apa.
Lagipula kalau mau ngasih tapi orangnya disuruh kerja dulu, apa bukan membalikkan hukum dari hak memberi menjadi kewajiban menggaji
So, memberi ya memberi aja deh
mh Reply:
July 13th, 2010 at 15:00
ya itu sih terserah masing2 pribadi mas hehehe.. tapi kita semua tahu pengemis punya organisasi.
dan manusia itu memang cari enaknya doang. gak percaya? coba mas berkunjung ke pusat turis seperti jalan cihampelas yang banyak pengemis.
mas kasih deh Rp 1000 ke satu pengemis, saya jamin dalam waktu kurang dari 5 menit dia akan panggil pengemis2 lain dan nunjukkin orang yang barusan kasih dia duit..
ujung2nya, anda akan dikerubutin pengemis2 lain.
apa ini yang dinamakan memberi tanpa pertimbangan?
Lutvi Avandi Reply:
July 13th, 2010 at 15:11
Yang dibahas diatas kan bukan pengemis di lokasi wisata. Dan nggak tiap hari kan kita kesana kecuali emang kerja disana
Dan contoh diatas juga recehan, bukan uang seribuan. Kalau seribuan, jelas ada pertimbangan dong. Tapi bukan pertimbangan mereka jadi malah melainkan pertimbangan apa kita punya cukup duit.. hehehe
mh Reply:
July 13th, 2010 at 15:19
yup saya ngerti inti dari artikel di atas, yaitu jangan jadi orang pelit.
saya nggak pelit kok, tapi saya memberi batasan terhadap semua kegiatan supaya nggak kebablasan.
maksud baik dari kita lebih sering disalahgunakan orang lain, dan contohnya banyak, seperti kasus pajak, sampai ke yg receh2 kayak pengamen.
kembali lagi, terserah orangnya. kalo saya tetap tidak bisa memberi tanpa pertimbangan. semua yg keluar harus ada maksud dan tujuan yang jelas supaya tidak menyesal.
memberi tanpa pertimbangan pun ada maksud yg jelas, yaitu supaya dapat pahala toh? so.. tidak ada makan siang yang gratis di dunia ini, kawan!
Lutvi Avandi Reply:
July 13th, 2010 at 15:54
Pahala atau Dosa kan konsep untuk memotivasi kita bergerak karena pada dasarnya kita pelit
Coba baca ini biar jelas
http://lutviavandi.com/berikan-dan-lupakan.html
Kalaupun mereka ini menipu, urusannya bukanlah sama kita lagi tapi langsung sama Allah. Kita sendiri nggak akan kena pengaruh apapun, jadi nggak perlu menyesal toh. Di artikel diatas, saya sertakan hadits berkenaan dengan urusan ini. Moga Allah dan rasul-Nya tetap jadi petunjuk kita dalam melangkah.
karena memberi, lebih baik daripada menerima.
Udin Hamd Reply:
July 10th, 2010 at 17:17
@Naufal Agam: dengan kata lain. Tangan di atas lebih mulia daripada tangan dibawah.
Trims kunjungannya
ini terkait dengan konsep sedekah. Dalam al-qur’an di jelaskan, Allah akan mengganti 10x dari yang kita sedekahkan, tanpa dilihat siapa yang kita beri. Kebaikan yang didapat hanya sebatas pahala orang-orang yang memberi.
tapi kalau terkait konsep pendidikan, memberi tanpa pertimbangan, saya rasa kurang mendidik mas. Apa jadinya jika seorang anak kecil peminta-peminta, kita beri setiap hari. Dalam jangka pendek mungkin kita meringankan bebannya. tapi untuk jangka panjang malah membuatnya menjadi pemalas. Bakal kebayang, ketika besar nanti anak itu tidak akan bisa bersaing dalam menghadapi hidup.
Bukannya para pakar mengatakan kepada orang tua, untuk tidak terlalu mudah memberi apa yang diminta anak-anaknya. Harus diajarkan bahwa untuk mendapatkan sesuatu itu perlu pengorbanan.
Peduli sih boleh peduli, tapi jangan sampai peduli yang menjerumuskan
Menurut saya sih begitu mas….
Blog Dofollow Reply:
July 9th, 2010 at 17:31
setuju dengan mas Octa…. hehe
Lutvi Avandi Reply:
July 12th, 2010 at 13:00
Pernahkah anda memberi pada pengemis yang sama tiap hari? Maaf saya meragukannya.. Cobalah sekali-kali dekati mereka dan tanyakan kenapa mereka melakukannya. Jangan hanya gara-gara 1 – 2 orang yang menjadikan mengemis sebagai profesi lalu kita sama ratakan semuanya
Betul tuh mas, memberi itu adalah perbuatan yang sangat mulia apalagi memberi dengan ikhlas pasti Allah melipat gandakan pahala yang kita dapat.
Salam kenal yah mas.
Udin Hamd Reply:
July 10th, 2010 at 17:30
@Harits: salam kenal juga mas.
Trims sudah berkunjung
Harits Reply:
July 10th, 2010 at 18:41
Waduh jangan panggil saya mas dong.
Sama-sama mas.
Mohon kunjugan baliknya mas, hehehe.
Udin Hamd Reply:
July 11th, 2010 at 06:34
@Harits: wah iya. .seumuran Arief Rizky Ramadhan setelah tak cek ke blog kamu. Apa temannya kok sama2 dari tangerang?
Btw, blogspote tak buka via hp berat sekali..
Arief Rizky Ramadhan Reply:
July 11th, 2010 at 15:18
hahahha… iya mas.. ini temen saya di warnet… sepupunya yang punya warnet…
Udin Hamd Reply:
July 12th, 2010 at 02:26
@arief Rr, oalah, temen main game ato pelanggan voucher g.onl?
Harits Reply:
July 12th, 2010 at 22:49
Waduh mas maaf ini sebelumnya saya bukan gamers mas, hehehe.
Udin Hamd Reply:
July 13th, 2010 at 23:03
@harits, maaf deh kalo saya salah . . .
Arief Rizky Ramadhan Reply:
July 14th, 2010 at 06:47
tepatnya mantan gamers ya wkwkwkwkwk
Memberi tanpa pertimbangan = cinta tanpa syarat?????
Udin Hamd Reply:
July 10th, 2010 at 17:41
@ago: mungkin bisa dikatakan seperti itu.
Namun yang dimaksud adalah memberi dengan keikhlasan tanpa embel-embel apapun walau sedikit.
Trims sudah berkunjung
Yak, betul mas. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Tapi kalau pemberiannya malah membuat malu penerimanya, maka amalnya itu sia-sia saja.
Salam
@Rudy Azhar: Semoga setelah baca ini jadi panas mas
untuk ikhlas dalam bersedekah
Saya kira tidak mungkin kita memberi tanpa pertimbangan. Sekecil apapun tetap ada yang jadi alasan sekalipun pemberian itu ikhlas. Sebab kita dikaruniai hati. Dan hatilah yang menggerakkan raga kita untuk melakukan pemberian. Ketika kita memberi dengan niat menolong, pasti ada alasan dan pertimbangan kenapa kita menolong mereka. Begitu juga ketika kita tidak mau memberi. Pasti ada pertimbangan kenapa kita tidak memberi.
Bagi saya untuk memberi atau tidak memberi tetaplah harus mempertimbangkan manfaat positif serta dampak negatif yang akan diperoleh bagi si pemberi juga si penerima.
@Octa Dwinanda:
Pesan tentang keikhlasan bersedekah thd orang lain yang saya sampaikan ini mas.
Jangan sampai menunda-nunda bersedekah thd org lain yang membutuhkan dgn memperhitungkan untung rugi.
Kalau seperti itu, malah bisa tidak jadi beramal.
Kalau melihatnya dari kacamata pendidikan, saya sepaham dengan opini mas Octa.
Terimakasih dah kunjung mas
katanya banyak memberi banyak menerima….
Sy setuju dgn pendapat mas Octa.
@Udin Hamd:
Nggak kok mas saya cuma kenal doang, waduh terlalu berat yah mas ?
oke deh ntar saya utak-atik lagi deh.
@Udin Hamd: yoi gannn..
kalo cuma untuk di puji karena memberi mending kelaut aja mas… betul ?
Udin Hamd Reply:
July 12th, 2010 at 01:29
@Arief, betul betul betul
Ayo kawan – kawan blogger, penulis serta komentator, mari kita bercermin bersama – sama
@Harits: @Udin Hamd: pertama saya bingung nich kenapa tombol reply ada 2 ya? sebaiknya plugin nested comment dinonaktifkan aja Mas, kan theme ini udah nested comment juga.
Oh ya blognya Harits mungkin terlalu banyak menggunakan image sehingga kalau dibuka via HP jadi berat….
Udin Hamd Reply:
July 12th, 2010 at 02:32
@Rudy, iya sih, sy gunain plugin @reply agar @komentatore keluar..pakai standart theme ini gak bisa keluar @komentatore, harus ketik manual. . ,
tapi dah tak hapus plugine. .mau search plugin laine. . .
Wah, pakar blogspot turun tangan nih bahas blognya harits yg notabene masih gunakan cms blogger.com
trims impoe
kalau memberi itu harus ikhlas tanpa pertimbangan dan alasan apapun beru kita bisa melepaskan dan membersihkan diri dari ego dan nafsu kita
jika kita memberi sesuatu kepada orang lain, alam akan memberikan kita sesuatu yang lebih besar dari apa yang telah berikan kepada orang lain tersebut
Udin Hamd Reply:
July 13th, 2010 at 23:59
@imamz, dan berkali-kali lipat yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya
Imamz Reply:
July 17th, 2010 at 07:46
betul Mas
Saya jadi ingat ceramah seorang Ustadz di tempat saya. Dia bilang yang menyelamatkan kita bukan sumbangan yang besar-besar tapi sumbangan recehan, karena yang itu tidak mungkin disertai dengan rasa bangga.
ikhlas, poin yang sangat suci.
ikhlas hanya bisa dirasakan ketika kita melakukannya dengan diiringi rasa senang yang mendalam, bergemuruh kedalam sanubari.. halah..
link sampean sudah saya pasang mas.. selamat! semoga makin maknyus
Agus Siswoyo Reply:
July 12th, 2010 at 22:11
dua tiga pager dimasukkan kerangkeng, ada nambah blogger beken nih.
hehehe…
Udin Hamd Reply:
July 13th, 2010 at 23:56
@AS, beli kebaya harganya murah, kayaknya ada yang bersuara
Agus Siswoyo Reply:
July 16th, 2010 at 06:54
bang Ahmad pakai kebaya, selamat ya…!
Udin Hamd Reply:
July 16th, 2010 at 15:38
@AS, ote-ote enak, oke-oke cak.
Udin Hamd Reply:
July 13th, 2010 at 23:27
@FM,

Makasih telah masang link blog ini di blog motivasi mental Gan
Saya nyumbang lewat pemikiran di artikel aja deh mas. Gimana nih, termasuk beramal nggak ya?
Udin Hamd Reply:
July 13th, 2010 at 23:35
@AS, ya tentu dong mas
Wah wah wah, kelihatanya akan menjadi perdebatan panjang nie… Sampai-sampai pakar bisnis online dan pakar sikologi ikut turun tangan…
Hehe ternyata kita ada kesamaan. Saya buat blognya juga 100% pakek hp. Opera Mini sebagai browser dan minicommander sebagai pengganti notepad, ftp dan unzip (sampai – sampai SE g502ku erorr). Memang agak susah ya… Apa lagi pada sidebar harus koding sendiri (kan gak bisa drag-drop widget kalo pakek OpMin).
Hehe kirain hanya saya yang begitu. Perbedaan paling mencolok saya pakek gratisan (gak punya modal buat beli domain dan hosting). Sangat salut sekali buat anda… Oh ya saya baru 17thn. Salam kenal buat anda, link anda sudah kupasang di blogroll.
Hampir lupa, coba mas blognya di instal plugin wp mobile edition. Biar lebih ramah jika pengujung browsing pakek hp, kan jadi lebih ringan…
Udin Hamd Reply:
July 13th, 2010 at 23:43
@GentZu.
Iya nih mas. .para pakar turun gunung semua. . .tuk bahas artikel ini.
Wah sama ya pakek hp juga rupanya..serupa tapi tak sama.
Coba deh cek di page http://udinhamd.com/blogger-2-inchi/
makasih atas link blogrollnya
semua plugin mobile sudah pernah saya gunakan. Untuk kali ini sengaja tidak saya pakai dulu. Insya Allah kedepan juga akan saya pakai lagi.
Makasih atas perhatiannya
Trims juga sudah berkunjung
saya paling gemeteran pas baca bagian ini :
” Atau anda adalah penolong yang akan menjadikan pertolongan anda sebagai senjata untuk mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah anda berikan? Tentunya kita semua tidak mengharapkan demikian bukan? ”
takut terjadi kayak gitu… wah harus jaga-jaga hati nich.
Udin Hamd Reply:
July 13th, 2010 at 23:47
@Khalid, iya mas. Moga tetap diberikan kekuatan untuk menjaga hati agar bisa ikhlas. .amin.
inti dari memberi itu tidak mengingat dan berupaya untuk mengingat apa yg diberi, singkatnya harus rela bin ikhlas
Udin Hamd Reply:
July 13th, 2010 at 23:54
@Arif, betul mas. Selaras dengan yang diposting mas lutvi. .berikan dan lupakan.
Oia, jadi tuker link nggak nih?
Trims kunjungannya.
Tuhan, berilah saya hati yang iklas untuk memberi…
Udin Hamd Reply:
July 13th, 2010 at 23:49
Amin. . .
Trims kunjungannya mas Budhi
Yup, memberi ya memberi
Jangan pernah menyakiti
Jangan pernah mengingatnya lagi
Kita hanya perlu berharap pada Ilahi
Agar apa dan siapa yang kita beri
Menjadi berkah dan diberkahi
Udin Hamd Reply:
July 14th, 2010 at 12:36
@Erdien, memberi ya berikan saja. Gitu aja kok repot
[...] Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. [...]