Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah jika sobat yang muslim masih tetap puasa dan semoga tetap sampai akhir Ramadhan. Amin.

Banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara soal putus asa. Misalnya, Surat Hud ayat 9, Surat Yusuf ayat 87, Surat Al-Ankabut ayat 23, Surat Fushshilat ayat 49, Surat Az-Zumar 53.

Dalam menafsirkan ayat-ayat putus asa itu, ahli tafsir Al-Qur’an kenamaan, Abul Fida’ Imaduddin Ismail bin Umar bin Katsir al-Qurasyi al-Bushrawi ad-Dimasyqi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Katsir, memberi pengertian yang amat tepat, yaitu ketika ditimpa kegagalan, seorang yang berputus asa menganggap sudah tak ada lagi kebaikan bagi dirinya.

Arti dan Batasan Putus Asa

Senada dengan Ibnu Katsir, penulis buku Quantum Sabar AN. Ubaedy juga memberikan definisi yang sama. Namun, Ubaedy menambahkan, keputusasaan itu bukan sekadar melemahnya atau tidak adanya harapan hari esok yang lebih baik. Sebab, katanya, kalau berbicara harapan, semua orang pasti memiliki harapan.

Oleh karena itu, Ubaedy memberikan 3 (tiga) cakupan keputusasaan, yaitu:

pertama, melemahnya imajinasi seseorang untuk membayangkan adanya hari esok yang lebih baik, dari mulai tidak adanya target, tidak adanya tujuan atau visi, sampai tidak adanya harapan yang ingin diraih atau solusi yang ingin diperjuangkan.

kedua, merasa tidak berdaya (al-‘ajzu), karena tidak yakin bisa, terus dilanda keresahan (al-hazan), dan takut (al-jubnu).

ketiga, tidak ada tindakan yang diambil untuk memperjuangkan solusi itu atau untuk merealisasikan visi/imajinasi itu.

Jadi, keputusasaan itu adalah gabungan dari pikiran, keyakinan, perasaan, dan tindakan.

“Banyak orang yang ketika ditanya apakah dia optimis atau tidak, dia jawab optimis. Misalnya, pejabat yang ditanya mengenai pemberantasan korupsi. Jika optimisme itu hanya berupa ucapan, tidak ada agenda riil yang dilakukan berdasarkan imajinasi dan keyakinannya, optimisme demikian sebetulnya bukan optimisme, tetapi keputusasaan yang dibahasakan dengan optimisme” ungkap Ubaedy.

Nah, bagaimana dengan kawan blogger, apakah masih tetap optimis sesuai ucapan atau tidak dalam Ramadhan ini untuk tetap eksis dalam ngeblog?

Atau punya pandangan lain tentang sedikit pembahasan kali ini?

Terimakasih

Tetap Semangat

Sukses Selalu

Wassalamu’alikum

Share on Facebook

Related Post