Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kawan yang berbahagia. Semoga tetap semangat dan tidak mudah putus asa..

Sebagaimana perintah Allah, hendaknya setiap kita jangan pernah berputus asa. Putus asa pun ada beberapa penyebabnya yang seperti terurai pada postingan yang lalu. Terus bagaimana caranya, agar kita tidak mudah putus asa? Menurut AN. Ubaedy, ada beberapa cara agar seseorang tidak gampang berputus asa.

Tips yang pertama, pendidikan keluarga, karena menurut Ubaedy, keputusasaan itu bukan skill seperti kompetensi komputer misalnya, tapi ia adalah kualitas mental, dan yang paling banyak membentuk kualitas mental seseorang adalah pendidikan di keluarga.

Namun, hal itu tidak berarti di luar pendidikan keluarga sudah tertutup pintunya. Menurut Ubaedy, masih ada pintu yang terbuka untuk meningkatkan kualitas mental melalui cara yang disebutnya sebagai self-learning.

Inti dari self-learning, tambah Ubaedy, adalah selalu menginisiatifkan perubahan atau perbaikan diri melalui:

Yang pertama, perjuangan mewujudkan target, tujuan, atau visi, dan yang kedua, melalui perbaikan seseorang dalam menghadapi masalah. “Seperti juga batang pohon. Batang itu menjadi kuat karena diterpa angin. Orang tidak menjadi tahan banting karena membaca buku 1000 halaman, tetapi karena menjalani pengalaman hingga membentuk karakter dan kualitas mental.Meski demikian, buku atau bacaan tetap dibutuhkan untuk menginspirasi kita, memperkaya metode, dan lain-lain,”

Tips yang kedua, adalahmelibatkan kapasitas spiritual atau keimanan. Maksud Ubaedy, jangan sampai seseorang itu hanya menggunakan kalkulasi logis dan matematis plus materialis dalam menjalani hidup. Kalau hanya ini yang digunakan, maka seseorang akan mudah dikalahkan oleh kenyataan, dipatahkan oleh problem dan tantangan.

Sebaliknya, yang seharusnya dipakai oleh seseorang, tandas Ubaedy, ialah antara dalil aqli dan naqli harus jalan, juga pertimbangan materi dan nilai harus diterapkan, lalu ilmu dan iman juga harus dipakai.

Semua tips ini adalah proses pembelajaran (learning process), bukan resep obat, yang cukup kita beli lalu kita minum dan kemudian menghasilkan efek sendiri, seperti kita minum obat sakit kepala. Proses pembelajaran adalah menjalani.

Semoga bermanfaat.
Terimakasih

Wassalamu’alaikum

Share on Facebook

Related Post