Assalamu’alaikum

Sobat. Allah SWT tidak hanya menanyakan pemakaian umur kelak di hari kiamat, tapi sekaligus Dia Yang Pengasih dan Maha Penyayang itu telah mengajarkan manajemen umur kepada hamba-Nya. Melalui lisan Rasul-Nya yang agung, Muhammad SAW, Allah membimbing manusia bagaimana mengelola umur itu dengan benar.

Rasulullah SAW bersabda: ”Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya, dan sejelek-jelek manusia ialah yang panjang umurnya dan jelek amalnya” (HR Ahmad).

Hadist ini membimbing kita bagaimana kita bisa memenej umur. Ada yang memenej umurnya dengan baik dan ada juga yang memenej umurnya dengan tidak baik (jelek). Kalau manajemennya baik, maka sejak kecil sampai tua, bahkan sampai umur panjang di atas 60, 70, atau 80, semuanya digunakan untuk berbuat baik terhadap Allah dan sesama manusia.

Orang yang pandai memenej umurnya seperti ini disebut oleh Allah sebagai sebaik-baik manusia. “Jadi, dia menjadi baik (khair) itu, karena dia baik (hasan) terhadap Allah yaitu melalui ibadah ritual, kemudian dia juga baik (hasan) kepada sesama manusia yang ditunjukkan dengan ibadah sosial.

Jadi, memenej umur panjang, kemudian digunakan untuk ibadah kepada Allah dan membantu sesama manusia, itulah orang yang paling baik. Ini adalah manajemen umur, digunakan untuk dua ibadah, ritual dan sosial. Maka dikatakan dia orang yang paling baik,

Sebaliknya, manusia yang paling jelek ialah yang umurnya panjang tapi masih maksiat. Ini menurut Rasulullah, bahwa orang yang jelek itu karena tidak bisa memenej umur, atau karena penggunaan umurnya tidak sesuai dengan kehendak Pemberinya. Jadi, ini adalah memang manajemen umur yang sangat indah. Hadis itu adalah bimbingan untuk kita dari Allah melalui Rasulullah.

Tapi, sebenarnya, dari hadis itu juga, Allah lewat Rasulullah sudah memberikan manajemen umur untuk kebaikan saja. Sebab, Allah menghendaki manusia bahagia di dunia dan akhirat. Orang yang bahagia di dunia dan bahagia di akhirat ialah orang yang pandai memenej umur.

Jadi, bimbingan Allah melalui Rasulullah SAW agar manusia memenej umur dengan yang baik-baik saja itu supaya manusia bahagia, karena Allah itu sayang sekali kepada hamba-hamba-Nya.

Apabila seseorang sudah menyadari bahwa umur yang diberikan oleh Allah itu hanya untuk berbuat baik saja, maka setiap pribadi muslim harus berbuat baik untuk diri dan keluarganya serta orang lain. Setiap orang dituntut untuk berbuat baik untuk pribadi dan keluaganya serta untuk manusia semuanya.

Jadi,  untuk berbuat baik yang bermanfaat bagi semua orang, itu tidak harus menunggu seseorang menjadi tokoh terlebih dahulu, misalnya. Di dalam Islam, tidak ada tahap-tahap untuk setiap pribadi, misalnya karena kapasitasnya belum tergolong kapasitas seorang tokoh, maka dia berbuat baik untuk pribadi dan keluarga saja. Baru setelah kapasitasnya mumpuni, maka sejak saat itu dia berbuat baik untuk orang banyak.

Bagaimana menurut pandangan sobat ?
Terimakasih

Wassalamu’alaikum

Share on Facebook

Random Posts