Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seseorang atas yang lain, melebihi kemampuan untuk tetap tenang dan tegar dalam berbagai keadaan.

Sangat jarang kita kedatangan kesempatan luar biasa untuk membantu orang lain, tetapi kita menemukan yang kecil-kecil setiap hari.

Semua orang sudah ditakdirkan memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada orang lain (shodaqoh), dari mulai senyuman, barang atau jasa, meskipun harus diakui bahwa tidak ada satu orang pun yang memberi apa saja yang diminta orang lain.

Karena itu, urusan memberi atau tidak memberi, lebih banyak berkaitan dengan filsafat hidup yang kita pedomani, ketimbang kaitannya dengan mempunyai atau tidak mempunyai.

Dalam hal ini, kita bisa temukan bahwa filsafat hidup yang dipedomani orang itu antara lain:

1. Ada orang yang memedomani filsafat hidup mengambil, menghisap, mencuri, dan seterusnya.

2. Ada yang memedomani filsafat hidup menerima, menunggu diberi, mendapatkan dan seterusnya.

3. Ada orang yang memedomani filsafat hidup memberi, melayani, membantu, dan seterusnya.

Apapun filsafat hidup yang kita pedomani, semuanya adalah pilihan kita, bukan pilihan siapapun.

Sedangkan filsafat hidup yang paling bagus adalah filsafat hidup memberi, membantu, atau melayani, apa pun bentuknya.
Memberi adalah jalan untuk diberi yang lebih banyak.

Bahwasannya di dunia ini tidak ada orang yang mulia selain karena dirinya memberi.

Nabi Muhammad berpesan bahwa tangan di atas (memberi) akan selamanya lebih baik dari tangan yang di bawah (menerima pemberian).

Dari temuan Para pakar psikologi bahwa orang yang memberi jauh lebih bahagia dibanding dengan orang yang diberi.

Nah, dari sedikit ulasan tersebut. Diri sobat saat ini masuk pada golongan yang mana?
Tidak usah sungkan dan malu.
Sharing aja. Oke?
Terimakasih

Share on Facebook

Random Posts