Tugas merawat, membesarkan, dan mendidik anak bukan hanya tugas para ibu. Memberikan pengetahuan, teladan, serta mendidik anak-anak juga tanggung jawab para ayah. Bukankah amanah berupa anak bukan hanya untuk ibu? Bukankah titipan berupa anak itu juga untuk ayah?

Peranan ayah sangat penting dalam pertumbuhan seorang anak. Ikatan emosional antara ayah dan anak ditentukan salah satunya oleh interaksi antara ayah dan anak itu sendiri. Interaksi yang baik antara anak dan ayah ini memengaruhi kecerdasan emosial seorang anak yang membuatnya tumbuh menjadi sosok dewasa yang berhasil.

Untuk menjadi ayah yang baik paling tidak hal-hal berikut ini bisa menjadi acuannya:

1. Bermain bersama
Waktu ayah mungkin sangat padat. Tapi, secapek apapun, seletih apapun, luangkanlah waktu untuk bermain bersama dengan anak. Ciptakan permainan yang menyenangkan dan sesuai dengan usia anak. Hal ini akan semakin mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak.

Ayah perlu juga menyelipkan nilai-nilai positif dari setiap permainan tersebut. Anak juga akan berbahagia mendapat kesempatan bersama sang ayah untuk bersenang-senang. Beraktivitas bersama cenderung sedikit memiliki masalah sosial. Mereka bahkan akan mengembangkan pribadi lebih sehat dan stabil.

2. Terlibat dalam kehidupan sosial anak
Ketika anak mulai beranjak usia sekolah, dia akan memulai kehidupan sosial yang baru. Usahakan terlibat dalam kehidupan sosial anak, dengan misalnya mengenali teman-temannya, dengan siapa dia bergaul, aktivitas yang dia lakukan bersama temannya, atau nama guru-guru disekolahnya.

3. Jadilah pendengar yang baik
Kesibukan kerja terkadang membuat sang ayah mengabaikan cerita-cerita anaknya. Berikan keseimbangan antara kerja dan keluarga, atau usahakan jangan membawa pekerjaan ke rumah. Luangkan waktu 5 menit saja untuk mendengarkan celotehannya dan mengerti betul isi cerita itu.

Jangan hanya ‘mengiyakan‘, agar cerita anak itu lekas selesai atau mengatakan nanti ayah sedang sibuk. Sebersit wajah kecewa akan nampak dan membuat anak akan semakin malas untuk bercerita. Akhirnya, kebiasaan bercerita dan sharing dari anak akan menghilang. Jadi, jangan mengeluh kalau anak tidak terbuka suatu hari nanti, karena kebiasaan ini dimulai dari respon ayah sebagai pendengar yang baik atau tidak.
Dengan menjadi pendengar yang baik, di samping keterbukaan, akan menjadikan anak dapat mengekspresikan dan cakap dalam mengungkapkan sesuatu.

4. Komunikasi yang baik
Bila ayah dinas luar atau tinggal terpisah berjauhan dengan anak, usahakanlah tetap menjalin komunikasi dengan baik. Tunjukkan perhatian dan rasa sayang bisa melalui telepon atau chatting internet, sms maupun surat.

Anak adalah amanah buat kita para orang tua. Amanah ini suatu saat kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Yang akan dimintai pertanggungjawaban adalah para bapak sebagai kepala keluarga.

Dan ingat. Dalam hal pengasuhan anak ini, bahwa mendidik anak adalah tanggung jawab bersama. Antara ayah dan ibu.
wallahualam bishawab.

Semoga bermanfaat
Terimakasih

Share on Facebook

Related Post